Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
LIVE

Indeks Berita

PTPN IV Diduga Abaikan Perda dan Kebijakan Pusat, Infrastruktur Warga Rusak Parah

Senin, 15 Desember 2025 | Desember 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-16T09:07:06Z

Pasaman Barat, JURNALISKEADILAN.COM – 13 Desember 2025, Kondisi infrastruktur di wilayah PTPN IV Desa Baru Unit Kebun Timur, Kabupaten Pasaman Barat, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mandailing Natal (Sumatera Utara), menuai sorotan tajam masyarakat. Berdasarkan informasi warga setempat serta hasil sosial kontrol tim JurnalisKeadilan.com di lapangan, ditemukan sejumlah fasilitas vital yang rusak parah dan diduga belum mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan maupun pemerintah terkait.

Kerusakan tersebut meliputi jalan utama, jembatan, tanggul penahan air, hingga fasilitas umum warga seperti mushola dan sekolah. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan semangat peraturan daerah maupun kebijakan pemerintah pusat terkait tanggung jawab sosial perusahaan dan pemerataan pembangunan infrastruktur.


Jalan Rusak Parah, Akses Warga Terhambat

Salah satu persoalan paling mendesak adalah kondisi jalan utama di sekitar kawasan perkebunan PTPN IV Unit Kebun Timur. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat tampak rusak berat, dipenuhi lubang besar dan genangan air berlumpur, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Dokumentasi yang diambil langsung oleh tim JurnalisKeadilan.com saat melakukan sosial kontrol menunjukkan kondisi jalan yang nyaris tidak layak dilalui.


> “Jalan ini sudah lama rusak. Kalau hujan, lubang-lubang berubah jadi kolam. Sangat berbahaya dan menyulitkan kami. Seperti terisolasi,” ungkap salah seorang warga.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.


Jembatan Pecah dan Tanggul Kritis Ancam Keselamatan

Selain jalan, kondisi jembatan dan tanggul penahan air juga memprihatinkan. Terlihat retakan besar pada struktur beton, bahkan di beberapa titik terdapat bagian yang pecah dan terpisah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi banjir dan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.

Warga yang bermukim di sekitar aliran air merasa was-was karena kerusakan tersebut dinilai berpotensi mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.


Fasilitas Umum Warga Terabaikan

Fasilitas umum seperti mushola dan bangunan sekolah di wilayah tersebut juga disebut membutuhkan perhatian dan perbaikan. Meski bangunan masih berdiri, warga berharap adanya kepastian kelayakan dan kenyamanan demi kegiatan pendidikan dan ibadah.

Perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait status aset fasilitas tersebut, apakah berada di bawah pengelolaan PTPN IV Unit Kebun Timur atau menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Mengingat lokasinya berada di wilayah perbatasan, koordinasi lintas daerah dan lintas instansi dinilai sangat penting.


Tuntutan dan Harapan Warga

Masyarakat Desa Baru dan sekitarnya berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, serta pihak PTPN IV segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan mengambil langkah konkret perbaikan.

Perhatian terhadap wilayah perbatasan dinilai bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan, kesejahteraan, dan keadilan bagi masyarakat di daerah terpencil.


[Kabiro Sumatera Barat]

JurnalisKeadilan.com

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN