Bendung, Tanara — JurnalisKeadilan.com Kualitas pembangunan peningkatan/pengerasan jalan di Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, kembali dipertanyakan. Beton jalan yang baru selesai dikerjakan terlihat pecah, retak, dan tidak rata di sejumlah titik. Kondisi ini terekam jelas dalam dokumentasi lapangan pada Selasa, 2 Desember 2025 pukul 13.26 WIB.
Retakan memanjang di beberapa sisi diduga akibat pengerjaan yang tidak rapi dan kurang memperhatikan standar mutu konstruksi. Warga pun merasa sangat kecewa karena pembangunan yang diharapkan memberi manfaat justru memunculkan kekhawatiran.
“Kalau baru selesai saja sudah pecah begitu, artinya ada yang tidak beres. Kami sebagai warga merasa dirugikan,” ujar salah satu warga Bendung.
Konfirmasi ke Kepala Desa Berubah Tegang: Ucapan Bernada Intimidasi Terucap
Saat tim awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Bendung, alih-alih memberikan penjelasan profesional, Kepala Desa disebut mengeluarkan pernyataan yang di duga dinilai bernada mengancam dan tidak patut disampaikan kepada jurnalis.
Menurut keterangan awak media yang hadir, Kepala Desa berkata:
> “Awas ajah kalau diberitain, kalau duit nggak kembali.”
Tak berhenti di situ, Kepala Desa kembali menambahkan kalimat yang semakin membingungkan jurnalis:
> “Kalau mau diberitain jangan diduga-terduga, sekalian!”
Pernyataan tersebut membuat awak media mempertanyakan sikap pemimpin desa yang seharusnya kooperatif dan transparan.
“Saya sampai bingung apa maksudnya. Siapa yang dimaksud harus mengembalikan uang? Kenapa bicara seperti itu kepada media? Kami hanya bertugas menggali informasi,” ujar salah satu awak media.
Warga Makin Kecewa: ‘Jalan Retak, Kepala Desa Malah Bicara Seperti Itu’
Warga turut menyesalkan sikap Kepala Desa yang tidak memberikan penjelasan konstruktif terkait kualitas proyek.
“Warga butuh jawaban, bukan intimidasi ke media. Kami ingin jalan yang dibangun itu kuat dan tahan lama. Ini uang negara, bukan uang pribadi,” tegas warga lainnya.
Proyek yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 itu semestinya dikerjakan sesuai spesifikasi. Namun kondisi fisik di lapangan jauh dari harapan.
Desakan Evaluasi dan Pemeriksaan dari Dinas Terkait
Dengan adanya kondisi ini—kualitas proyek yang dinilai buruk dan respons tidak etis dari Kepala Desa—masyarakat meminta agar:
Dinas terkait Kabupaten Serang segera turun melakukan pemeriksaan kualitas pekerjaan
Aparat pengawas internal pemerintah desa melakukan evaluasi
Proses penggunaan anggaran desa diaudit secara lebih transparan
“Kalau seperti ini dibiarkan, pembangunan desa tidak akan pernah maju. Harus ada tindakan,” ujar warga Bendung.
Hingga laporan ini diterbitkan, Kepala Desa belum memberikan klarifikasi tertulis yang dapat menjelaskan kondisi proyek maupun maksud dari pernyataannya kepada awak media.(Nasiman)

