Garut | Cuaca ekstrem berupa angin kencang kembali melanda wilayah Garut Selatan. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Sindang Reret RT/RW 02/01, Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dan mengakibatkan dahan pohon petai berukuran besar tumbang serta menimpa dua rumah warga, pada pukul 14:00 Selasa (21/01/2026).
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Bapak Diman dan Ibu Irma. Dahan pohon yang patah diduga tidak mampu menahan terpaan angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga roboh dan menghantam bagian atap rumah warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan terlihat cukup signifikan pada bagian atap dan rangka rumah. Sejumlah genteng pecah, kayu penyangga atap rusak, dan sebagian plafon ambruk akibat tertimpa dahan pohon tersebut. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Menurut keterangan warga sekitar, angin kencang terjadi dalam waktu singkat namun dengan intensitas cukup kuat. “Anginnya tiba-tiba besar, terdengar suara retakan dari pohon, tidak lama kemudian dahan langsung jatuh ke rumah,” ungkap salah seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Warga menilai, pohon petai tersebut sebelumnya memang sudah berusia cukup tua dan memiliki dahan besar yang menjulur ke arah pemukiman. Namun hingga kejadian ini terjadi, belum ada pemangkasan secara menyeluruh terhadap pohon tersebut.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dusun (Kadus) Ipan, selaku perwakilan Pemerintah Desa Sukamulya, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi rumah warga serta memastikan keselamatan penghuni rumah yang terdampak.
“Kami menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini kami melakukan pendataan awal terkait kerusakan rumah warga untuk dilaporkan ke pemerintah desa,” ujar Kadus Ipan di lokasi kejadian.
Kadus Ipan juga menyampaikan bahwa pihak desa akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah kecamatan serta instansi terkait guna mencari solusi penanganan, termasuk kemungkinan bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Sementara itu, warga bersama aparat desa melakukan gotong royong membersihkan sisa-sisa dahan pohon yang menimpa rumah agar tidak menimbulkan bahaya lanjutan dan supaya rumah dapat segera diperbaiki secara darurat.
Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan pemukiman warga terhadap dampak cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Garut Selatan. Minimnya pemeliharaan pohon besar di sekitar rumah warga dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar risiko kerusakan saat angin kencang melanda.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama pohon-pohon besar yang berada dekat dengan rumah, serta segera melaporkan apabila terdapat potensi bahaya agar dapat dilakukan langkah antisipasi sebelum terjadi musibah.
Tandi.



