Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
LIVE

Indeks Berita

Refleksi 62 Tahun HBP, Lapas kelas llB lubuk Basung Perketat Komitmen Pelayanan Publik.

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-02T00:33:09Z


Lubuk Basung, Jurnalisleadilan.com – Perayaan ulang tahun bukan sekadar seremoni pemotongan tumpeng, atau kue, Bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB lubuk basung, peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 pada Senin (27/4/2026) menjadi momentum untuk menguji kembali sejauh mana fungsi pembinaan telah berjalan secara substansial.


Di aula lapas, para pejabat struktural dan jajaran pegawai menyimak prosesi tasyakuran yang berlangsung terpusat di Auditorium lapas kelas llB lubuk basung melalui layar virtual. Meski terpisah jarak, esensi tema “Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat” menjadi refleksi mendalam bagi jajaran di daerah.


Enam dekade lebih sistem pemasyarakatan berdiri menggantikan paradigma kepenjaraan yang kolonial. Kini, tantangannya adalah membuktikan bahwa “pelayanan prima” bukan sekadar jargon di spanduk. Di Lapas kelas llB lubuk basung, komitmen ini diterjemahkan melalui penguatan reintegrasi sosial—sebuah proses panjang untuk memastikan warga binaan siap diterima kembali oleh masyarakat.


Kepala Lapas lubuk basung, Budi Suharto SH, MH,lp.menegaskan bahwa integritas petugas adalah fondasi utama dari seluruh transformasi ini. Menurutnya, peringatan HBP bukan sekadar pengingat sejarah, melainkan alarm bagi tanggung jawab besar dalam mengelola aspek kemanusiaan di dalam lapas.


“Peringatan ini bukan seremoni belaka. Ini adalah pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga integritas. Kami harus memastikan setiap layanan dan program pembinaan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat luas,” ujar Budi Suharto.


Dalam beberapa tahun terakhir, fokus pemasyarakatan memang bergeser pada pendekatan yang lebih humanis dan terukur. Budi Suharto, menekankan bahwa transparansi layanan dan program pembinaan kemandirian di lapas kelas llB  lubuk Basung harus tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


“Kegiatan  tasyakuran yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan harapan agar jajaran pemasyarakatan semakin solid,” tandasnya. (Citra jaya)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN